KALI WORO DITERJANG BAJIR LAHAR HUJAN LAGI - Manisrenggo Information
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » KALI WORO DITERJANG BAJIR LAHAR HUJAN LAGI

KALI WORO DITERJANG BAJIR LAHAR HUJAN LAGI

Written By kiswanto adinegara on Wednesday, March 12, 2014 | 10:48 PM

Kali Woro nampak dipenuhi pasir paska banjir lahar hujan kemarin.

Manisrenggo ~  Baru sepekan  banjir lahar hujan terbesar  selama  tiga tahun terakhir menerjang kali Woro  tepatnya  Rabu ( 5/3 ) , material vulkanik berwujud pasir sisa erupsi Merapi 2010 masih terlihat memenuhi badan sungai . Deposit pasir itu kiriman kemarin belum habis ,atas kemurahan Tuhan Allah SWT  malah sudah dikirim lagi , demikian penuturan Soemardjo  kepada kontributor klaten info.

Hari Selasa  Wage ( 11/3 ) cuaca di wilayah Manisrenggo dan sekitarnya cerah hingga sore dan malam hari.Namun diatas  atau puncak Merapi tidak kelihatan karena tertutup awan hitam dan diperkirakan sedang turun hujan  deras sekitar  pukul  14.00 WIB.Disamping di puncak Merapi terlihat gelap sesekali terdengar  halilintar dan petir  menggelegar di arah utara.

Perkiraan warga benar adanya , terbukti sekitar pukul 16.00 WIB kali Woro banjir lahar hujan cukup besar lagi .Akibat terjangan banjir kedua  pada awal 2014 ini , lalu lintas di jembatan penyeberangan Junut dan Borangan jadi terganggu.Para pengguna jalan baik  kendaraan roda dua maupun mobil tidak berani menyeberang melawan derasnya banjir lahar dingin tersebut , mengingat gorong-gorong telah tersumbat pasir sehingga air meluap diatas jembatan,imbuhnya.

Akhirnya para pengguna jalan khususnya roda dua disarankan berbalik arah melewati jalan alternatif yakni jembatan Kedusan yang  belum lama dibangun.

Pasca banjir lahar hujan kedua nampak puluhan truk memenuhi badan sungai Woro mulai dari Sabo dam Sukorini – Junut hingga Cikal Rejo Borangan.Para penambang pasir manual merasa panen raya atas datangnya banjir  dua kali ini.Para penambang sekali menaikkan pasir dalam satu bak truk dapat memperoleh hasil antara Rp 120.000,00 –  130.000,00.

Dan menurut warga sekitar deposit pasir itu baru akan habis dalam waktu berbulan-bulan , dengan penambangan manual memang relatif lebih memakan waktu dibanding dengan alat berat.

Yang terpenting dihimbau para penambang tidak terlena  dan waspada akan bahaya lahar hujan yang bisa datang sewaktu-waktu kendatipun cuaca dilokasi cerah,namun diatas bisa saja turun hujan deras , demikian himbauan pemerintah lewat BNPB maupu BPBD kabupaten Klaten.

Oleh : Kiswanto


Share this article :

0 comments:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Manisrenggo Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info