PETANI TEMBAKAU OPTIMIS SAAT PANEN HARGA JUAL TINGGI - Manisrenggo Information
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » PETANI TEMBAKAU OPTIMIS SAAT PANEN HARGA JUAL TINGGI

PETANI TEMBAKAU OPTIMIS SAAT PANEN HARGA JUAL TINGGI

Written By kiswanto adinegara on Monday, July 29, 2013 | 6:53 PM



                                       Tanaman tembakau yang tumbuh kurang baik akibat terlalu banyak hujan

Manisrenggo ~ Sebagian besar petani tembakau di wilayah kecamatan Manisrenggo sempat dibuat kalang kabut ,akibat fenomena alam berupa anomali iklim.Anomali iklim yang menyebabkan terjadinya kemarau basah hingga saat ini pun masih menghantui pikiran petani.Pasalnya hingga Kamis tanggal 25 Juli 2013 kemarin hujan deras masih mengguyur  wilayah sentra tembakau rajangan di kabupaten Klaten tersebut.Memang sebagai petani yang telah banyak makan asam garam ,kejadian yang cukup langka ini tidak menyiutkan nyali untuk berusahatani komoditas tanaman perkebunan ini.

Hal ini sebagaimana dikatakan Suntoro petani dari padukuhan Cemeti ,desa Sukorini,sejelek apapun keadaan tanaman tembakau tidak perlu dirisaukan,yang terpenting adalah nanti pada saat panen dan merajang tembakau cuaca kering,sehingga harga jualnya diyakini laku dengan nilai tinggi.Musim ini saya menanam dua patok,karena hujan masih sering turun menyebabkan biaya pemeliharaan khususnya mendangir menjadi membengkak.Kalau normal paling sekali dangir,kemarin sudah tiga hingga empat  kali dilakukannya,dengan demikian total ongkosnya semakin besar hingga panen September nanti.

Berbeda dengan Suntoro,Waliko seorang petani dari padukuhan Sonokeling mengatakan bahwa tanaman tembakaunya baru berumur kurang lebih 19 hari,pada luasan satu patok sawah kurang lebih 2.000 meter persegi.Jumlah benih yang ditanam 4.000 an batang sekarang  harga beli perbatang  Rp 50,00.Kondisi pertanaman terlihat relatif bersih dari gulma ketika sedang didangir dan memupuknya dengan ZA.Pegolahan tanah semula menggunakan traktor dengan biaya Rp 200.000,00 hal ini membuat kondisinya hingga kini masih gembur,walaupun sudah beberapa kali kehujanan.Walaupun termasuk belakangan menanam tembakau,dan melihat banyak petani yang mengganti benih hingga dua tiga kali setelah yang perdana mati.Bahkan yang putus asa ,menggantinya dengan tanaman lain.Menanam tembakau sudah menjadi tekadnya,lanjut Waliko yang didampingi isterinya.Diakuinya memang biaya pembudidayaan tembakau saat ini secara keseluruhan menjadi lebih mahal dibanding tahun – tahun sebelumnya,terutama untuk biaya pendangiran.

Sehingga Waliko,Suntoro dan petani tembaku yang lain di Manisrenggo tetap optimis pada saat panen nanti harga jual tembakau rajangannya akan dibeli tinggi oleh pabrik rokok,mengingat BMKG telah memprakirakan mulai bulan Agustus sudah akan memasuki musim kemarau sebagaimana lazimnya.Dengan demikian petani tidak mengalami kerugian,harapan mereka.

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 comments:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Manisrenggo Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info