RENDAH KETAATAN PENGEMUDI TERHADAP RAMBU LALU LINTAS - Manisrenggo Information
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » RENDAH KETAATAN PENGEMUDI TERHADAP RAMBU LALU LINTAS

RENDAH KETAATAN PENGEMUDI TERHADAP RAMBU LALU LINTAS

Written By kiswanto adinegara on Wednesday, June 19, 2013 | 6:29 PM



Manisrenggo ~  Keberadaan rambu-rambu lalu lintas ,diharapkan akan dapat mewujudkan ketertiban dan keamanan  bagi para pengguna fasilitas umum  berupa jalan.Namun fakta dilapangan masih banyak ditemui pengemudi kendaraan terutama  truk pengangkut hasil penambangan golongan C yang tidak menaati rambu-rambu yang dipasang pihak berwenang.Salah satunya sebagaimana terlihat pada gambar sebuah truk pengangkut galian golongan C yang nekat menerobos rambu larangan .Rambu larangan bagi truk tersebut berada di simpang tiga depan toko modern Indo Maret Manisrenggo.Menurut rambu terpasang itu  truk muatan pasir atau batu dari arah barat dilarang lurus kearah timur menuju Kemalang atau Karangnongko.Tetapi diwajibkan belok kekanan kearah selatan sebagaimana penunjuk arah.Kebijakan penetapan jalur truk pengangkut galian golongan C ,di wilayah kabupaten Klaten diatur berdasarkan Keputusan Bupati nomor 2114 tahun 2006.Regulasi tersebut diantaranya menetapkan jalur truk dari arah Kepurun – kota Manisrenggo – Nangsri – Joton – Tegal Mas, dan dari arah Kemalang – Mipitan – Basin – Gondang winangun.Menurut pengamatan kontributor klaten info khusus rambu yang berada di pertigaan depan Indo Maret,baru dipasang Sabtu,15 Juni 2013.

Dipasangnya rambu larangan lewat bagi truk pengangkut galian C ,yang langganan tidak dipatuhi sopir truk adalah pertama di pertigaan SPBU Masaran,Somokaton kearah timur menuju kecamatan Karangnongko dan kedua di depan Indo Maret Manisrenggo. Dan yang ketiga rambu larangan di simpang tiga desa Basin kearah timur juga sering diabaikan sopir truk terutama pada senja hingga malam hari.Rendahnya ketaatan sopir truk menjadi fenomena yang seolah melecehkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan beserta institusi berwenang lainnya.Dibutuhkan kordinasi ,dan pengawasan secara terencana dan kerkelanjutan dalam implementasinya agar regulasi dapat berjalan secara optimal.Perlu tindakan tegas bagi para pelanggar aturan lalu lintas .Mengingat  fakta dilapangan menunjukkan bahwa rusaknya jalan ,jembatan dan gorong-gorong sebagian besar disebabkan oleh banyaknya truk pengangkut galian golongan  C yang melampaui kapasitas muatannya.Seorang sopir truk pengangkut galian golongan C yang jati dirinya tidak mau disebutkan mengatakan bahwa  “harus kreatif “untuk menyiasati aturan utamanya larangan yang ada agar semuanya beres.Sopir truk tersebut beralasan demi jarak tempuh yang pendek agar efisien,sehingga “terpaksa” memberanikan diri  melanggar rambu larangan.Melihat pelanggaran demi pelanggaran yang nyata terjadi didepan mata ,masyarakat menilai seolah terkesan  ada “pembiaran” oleh petugas yang berwenang.Keberadaan rambu-rambu tersebut bagaikan aksesoris semata yang diabaikan dan seakan tidak memiliki makna,sehingga sangat memprihatinkan.

Warga masyarakat utamanya pengguna jalan mengharapkan pemerintah mulai tingkat desa,kecamatan,kabupaten hingga  provinsi segera merespon fenomena rendahnya ketaatan sopir truk pengangkut galian golongan C untuk melewati jalur yang telah ditetapkan.Mengingat akses infrastruktur jalan,jembatan dan gorong-gorong ,betapapun telah dibangun dengan susah payah menghabiskan dana miliaran rupiah,pasti dalam waktu singkat akan hancur kembali.Disisi lain kemampuan APBD untuk belanja langsung perbaikan jalan jembatan sangat terbatas,sebagaimana dituturkan Tris Salam dari Manisrenggo.

Dua kata kunci untuk solusi permasalahan ini  adalah tegakkan kedisiplian untuk menaati rambu lalulitas dan bermuatan selayaknya bagi seluruh truk pengangkut galian golongan C,dan berikan sanksi bagi pelanggarnya.Sejak perencanaan ,pelaksanaan  hingga pengawasannya dilapangan dijalankan secara terkoordinasi dan terpadu.Kajian mendalam dan implementasi yang solid diharapkan akan membuahkan hasil optimal dilapangan.Rakyat yang senantiasa taat membayar pajak ,tidak berlebihan manakala menuntut haknya untuk dapat memanfaatkan fasilitas jalan umum secara aman,dan nyaman .

Oleh : Kiswanto

Share this article :

0 comments:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Manisrenggo Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info