AKIBAT ANOMALI IKLIM RIBUAN TANAMAN HORTIKULTURA MATI - Manisrenggo Information
Headlines News Klaten.Info :
Home » , » AKIBAT ANOMALI IKLIM RIBUAN TANAMAN HORTIKULTURA MATI

AKIBAT ANOMALI IKLIM RIBUAN TANAMAN HORTIKULTURA MATI

Written By kiswanto adinegara on Friday, June 21, 2013 | 6:39 PM



Manisrenggo ~  Manusia merencanakan,Tuhanlah yang menentukan,barangkali sepenggal kalimat religius inilah yang dapat menggambarkan kegagalan petani hortikultura saat ini.Para petani hortikultura telah merencanakan dengan matang untuk budidaya jenis sayuran buah seperti melon beberapa bulan yang lalu.Dengan harapan di “mangsa marengan” ,hingga  kemarau tahun ini akan memetik hasilnya.Panen dirancang juga akan jatuh pada bulan Ramadhan hingga lebaran 1434 H,dimana masyarakat akan banyak membutuhkan produk melon untuk melengkapi menu makanannya.Impian panen pada momen yang tepat ,membuncahkan harapan  akan dapat meraup keuntungan yang besar.Namun dengan fenomena alam berupa anomali iklim yang berupa “udan salah mangsa”, menjadikan petani tidak berdaya.Melihat fakta dilapangan yang menyedihkan,jelas impian tidak akan pernah menjadi kenyataan ,petani hanya bisa pasrah.

Sebagaimana terlihat pada gambar,tanaman sayuran buah melon yang sudah mulai berbuah daunnya lanas dan mulai mengering.Ribuan batang tanaman yang sejak awal pertumbuhannya baik ,kini berubah menjadikan mengenaskan.Tidak ada harapan  lagi, gagal panenlah yang menimpa petani.Petani ini jelas rugi jutaan rupiah untuk biaya pengolahan lahan,pengadaan benih,plastik,lanjaran dan pepeliharaan.Lokasi pertanaman ini berada di bulak Padasan,desa Barukan.Hal serupa juga banyak terjadi di wilayah Manisrenggo,tidak hanya menimpa  jenis sayuran buah  yang lain,tetapi juga pada sayuran daun jumlahnya mencapai hektaran .

Dampak hujan salah mangsa ,yang sudah berjalan lebih satu bulan ini menyebabkan berbagai komoditas tanaman pertanian dan perkebunan mengalami kelebihan air (bacek).Seperti sayuran dan tanaman tembakau banyak yang mati.Disamping itu pertumbuhan gulma dirasakan sangat cepat sehingga tanaman utamanya kalah.Puluhan hektar lahan tembakau rajangan yang berumur kurang dua pekan kondisinya memprihatinkan,demikian penuturan Supriyadi salah seorang ketua kelompok tani.Memang pranata mangsa sudah sulit untuk dipedomani bagi petani dalam berusahatani,seperti saat ini mangsa kesepuluh mestinya kemarau tetapi malah kondisinya seperti musim penghujan.Hujan turun sering disertai petir dan angin kencang.Angin kencang beberapa yang terjadi beberapa waktu yang lalu juga menyebabkan puluhan hektar tanaman padi roboh,tambahnya.

Oleh : Kiswanto
Share this article :

0 comments:

Tuliskan komentar Anda...

Komentar Anda mungkin akan sangat berguna bagi kami atau pembaca lain :)

Klaten Info Fanpage!

 
Support : Klaten.Info
Kontributor Berita : Kiswanto
Copyright © 2013. Manisrenggo Information - All Rights Reserved
Ingin Buat Website? klik Jasaweb.Klaten.Info